Web Service, SharePoint, Web Service, CMS Tips, ASP.NET, Web Service Tutorial, SharePoint Tutorial, Web Service Tutorial, Affiliate Tutorial, CMS Tutorial, ASP.NET Tutorial

.

Welcome

Happy Reading ....

Please share it ... [x]

Wednesday, July 19, 2017

Background Image URL Show In IE But Not In Chrome

Bagi developer web application tentu sudah terbiasa dengan istilah HTML, CSS, maupun Javascript. Karena komponen tersebut diatas merupakan bagian penting dalam pembuatan website yang interaktif.

Dengan semakin berkembangnya standar HTML maupun CSS maka tiap-tiap browser mempunyai mekanisme tersendiri dalam merender tampilan website.

Meskipun sudah ada standar yang terangkum di W3C (World Wide Web Consorcium) namun kadang kala  browser yang berbeda mempunyai standar tersendiri dalam menterjemahkan HTML dan CSS.

Contoh kasus :

Seperti pada judul posting "Background Image URL Show In IE But Not In Chrome" ini, untuk style background image yang berisi parameter URL. Browser Chrome dan Internet explorer menampilkan visual yang berbeda untuk style tersebut.


Background Image URL Show In IE But Not In Chrome


.icon-spare-on
{
    /* for ie */
    background-position: center;
    background-size:15px;
    background-repeat:no-repeat;
    /* for chrome */
    height:16px;
    margin:5px;

    margin-left:1px;
}

.icon-opr-on {
    /* for ie */
    background-image:url(../../Icons/opr_on.png);
    /* for chrome */
    content:url(../../Icons/opr_on.png); 
}

Setidaknya kita perlu melakukan testing tampilan website yang kita bangun dengan menggunakan browser yang berbeda, Jika di salah satu browser tidak mensupport CSS yang berjalan di browser lain maka kita perlu menambah CSS khusus untuk browser tersebut, seperti terlihat pada contoh diatas.

Semoga posting tentang "Background Image URL Show In IE But Not In Chrome" diatas dapat bermanfaat.


Salam,


Saturday, July 15, 2017

Resolution : K2HostServer CPU High Usage

Pada umumnya yang dapat membuat konsumsi CPU adalah adanya program yang melakukan looping.

Begitu juga dengan K2 Server yang mengkonsumsi CPU hingga diatas 90%, penyebabnya adalah karena adanya proses yang sudah stopped tetapi masih dicoba dijalankan oleh K2 Host Server.


Resolution : K2HostServer CPU High Usage


Bagian pertama yang perlu dicek adalah table [Server].[Async] di database K2. Table tersebut berisi semua task yang akan diproses oleh K2 Host Server. Normalnya adalah tabel tersebut akan menjadi kosong jika semua task telah dijalankan.

Bagian kedua yang perlu dicek adalah K2 Workspace di bagian Workflow Server Process Instance untuk mengetahui proses yang masih stop.

Langkah yang perlu dilakukan :

Cek di table [Server].[Async] dan bandingkan dengan daftar proses instance yang masih ada di Workflow Server tetapi status-nya telah stopped.

Carilah instance yang sama dengan [Server].[Async] dan kemudian hapus instance tersebut baru kemudian restart service K2 Host Server agar terinisialisasi ulang.


Resolution : K2HostServer CPU High Usage


Resolution : K2HostServer CPU High Usage

Semoga posting tentang "Resolution : K2HostServer CPU High Usage" diatas dapat bermanfaat.


Salam,

Monday, June 19, 2017

Giving Execute Stored Procedure Custom User in SQL Server

Pada posting dengan judul "Giving Execute Stored Procedure Custom User in SQL Server" kali ini. Penulis akan memberikan langkah untuk memberikan akses execute pada custom user di SQL Server.

Latar belakangnya adalah karena seringkali user-user custom yang dibuat tidak dapat melakukan eksekusi Stored Procedure. Stored Procedure ini biasanya digunakan untuk melakukan generate laporan maupun melakukan transaksi lain.

Dibawah ini adalah tampilan popup yang digunakan untuk memberikan akses execute.

Giving Execute Stored Procedure Custom User in SQL Server

Langkah yang perlu dilakukan adalah :
  1. Klik kanan nama database di SQL Server Management Studio
  2. Pilih properties
  3. Muncul popu seperti gambar diatas
  4. Tambahkan user yang akan diber akses
  5. Centang grant execute pada daftar permission

Semoga posting tentang "Giving Execute Stored Procedure Custom User in SQL Server" diatas dapat bermanfaat.


Salam,

Tuesday, June 13, 2017

Giving Access For User Sending Mail Inside SQL Server

SQL Server menyediakan Stored Procedure yang dapat digunakan untuk mengirimkan email melalui database sehingga akan lebih fleksibel untuk melakukan maintain notifikasi sending email jika kita menggunakan SQL Server dibanding membuat program untuk notifikasi sending email.

Stored Procedure yang digunakan untuk sending email bisa di download pada link berikut :
Script Send Mail

Cara penggunaaanya adalah sebagai berikut :

EXEC sp_send_mail
'alamat_email_pengirim',
'password_email_pengirim',
'alamat_email_tujian',
'judul_email',
'isi_email',
'format_email', '', ''

Untuk format email bisa diisi dengan htmlbody atau textbody.

Jika kita menggunakan akun selain sa maka biasanya akan muncul error bahwa user tersebut tidak memiliki akses, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
 
Giving Access For User Sending Mail Inside SQL Server
Cara untuk memberikan akses send mail terhadap user tersebut adalah dengan menambahkan akses pada database msdb.
 
Caranya adalah dengan masuk ke Folder Security - Login kemudian klik kanan properties seperti pada gambar dibawah ini :

Giving Access For User Sending Mail Inside SQL Server
Pada database role membership pilihlah DatabaseMailUserRole dan datareader.
Semoga posting tentang "Giving Access For User Sending Mail Inside SQL Server" diatas dapat bermanfaat.


Salam,

Monday, June 5, 2017

FormsAuthentication Always Redirect To Login Page

Jika kita menggunakan template web app yang disediakan oleh Visual Studio 2015. Secara default template tersebut telah menyertakan mekanisme otentikasi. Sehingga jika kita akan menerapkan FormsAuthentication  dengan mode Form, maka biasanya akan muncul problem proses login akan kembali lagi ke halaman login.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka yang perlu dicek adalah pada bagian di web.config

Temukan module yang bernama FormsAuthentication  di dalam web.config

BEFORE

<modules>
      <remove name="FormsAuthentication"/>
 </modules>

Kemudian remarks module tersebut menjadi seperti dibawah ini :

AFTER


<!--<modules>
      <remove name="FormsAuthentication"/>
 </modules>-->

Penjelasannya adalah karena mekanisme FormsAuthentication akan di-override jika module remove diatas diaktifkan sehingga akan kembali lagi ke halaman login.


Semoga posting tentang "FormsAuthentication Always Redirect To Login Page" diatas dapat bermanfaat


Salam,

Popular Posts